KRUI, PESISIR BARAT – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINSOS PPPAKB) Kabupaten Pesisir Barat menggelar pertemuan strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat. Pertemuan ini difokuskan untuk menyelaraskan program kerja demi mempercepat penanganan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Pesisir Barat.

Kepala DINSOS PPPAKB Pesisir Barat menyampaikan bahwa kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS merupakan langkah krusial. Melalui integrasi data kemiskinan yang akurat, penyaluran bantuan sosial maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Fokus Utama Kolaborasi Sinergis:

  • Sinkronisasi Data Kemiskinan: Memadukan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik dinas dengan data mustahik (penerima zakat) BAZNAS guna menghindari tumpang tindih bantuan.

  • Optimalisasi Program Pemberdayaan: Mengalihkan pola bantuan dari sekadar konsumtif menjadi produktif, seperti pemberian modal usaha bergulir dan pelatihan keterampilan bagi keluarga prasejahtera.

  • Perlindungan Perempuan dan Anak: Memastikan pemenuhan hak-hak dasar serta jaminan sosial bagi kelompok rentan, khususnya perempuan kepala keluarga dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Sinergi ini bukan sekadar tentang menyalurkan bantuan, melainkan membangun sistem yang berkelanjutan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat Pesisir Barat agar mampu mandiri secara ekonomi."

Ketua BAZNAS Pesisir Barat menyambut baik langkah ini dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan berdampak nyata bagi umat.

Dengan diperkuatnya kerja sama ini, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkeadilan.

PENGADUAN PUBLIK